1. Adil
Dalam menghadapi seorang pembeli kita hendaknya bersikap adil terhadap semua pelanggan tidak pilih pilih pelanggan.
2. Sopan
Untuk melayani seorang pembeli kita harus besikap sopan, karena dengan sopan kita juga akan dihargai oleh pembeli tersebut, jika kita seenaknya saja pembeli juga enggan kembali ke toko kita. Apalagi pelanggan di tinggala bersendau gurau dengan teman sepegawai.
3. Cekatan
Menghadapi pelanggan kita harus cekatan dalam dalam berfikir apa yang diinginkan pembeli kita harus tahu maksudnya, dan dalam mengambilkan barang kita tidak boleh lelet, karena bisa membuat pelanggan merasa dibelakangkan.
4. Jujur
Maksud jujur adalah memberi informasi yang jujur tentang produk yang kita jual, agar konsumen tahu apa guna produk dan kasiatnya.
5. Teliti
Teliti dalam menghitung uang kembalian, karena sikap teliti kita dapat dipercaya oleh orang lain
6. Ramah
Ramah dalam arti melayani konsumen, supaya konsumen mengecap anda sebagai pegawai yang baik, dengan itu pelanggan akan tertarik kembali ke toko Anda.
"CuKuP SeKiAn"
****** Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Kita Semua ******
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Kamis, 13 Oktober 2011
Kamis, 06 Oktober 2011
Tips Sukses Bangsa Jepang
- Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam / tahun), Inggris (1911 jam / tahun), Jerman (1870 jam / tahun), dan Perancis ( 1680 jam / tahun). Seorang pegawai Jepang bias menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai Negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bias melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang.
- Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang.
- Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumeisme brlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan.
- Loyalitas
Loyalitas membuat system karir disebuah perusahaan berjalan dn tertata dengan rapi. Sedikit beberapa dengan system di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pension.
- Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tetepi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik pememuan orang dan kemudian memesarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.
- Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugama yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi.
- Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke Dansha ( kereta listrik ), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau Koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di Densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga ( komik bergambar ) untuk materi-materi kurikulum sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA.
- Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistic. Tewrmasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomene ini tidak hanya didunia kerja, kondisi kampus dan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang.
- Mandiri
Sejak usia dini, anak-anak dilatih untuk mandiri. Di Tk, anak harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento ( bungkusan makan siang ), sepatu ganti, buku-buku, handuk, dan sebotol besare miniman yang menggantung dilehernya. Di Yochien, setiap anak dilatih untuk membawa perlengkpan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah, hampir sebagian besar tidak meminta biaya orang tua. Mereka mengandalkan kerja part time untu biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari.
- Jaga Tradisi
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budaynya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari Anda naik sepeda di jepang dan menbrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang meminta maaf duluan.
Langganan:
Postingan (Atom)